dalam suatu faham metafisik, sifat abadiat dari seorang dewa memiliki muasal yang tidak terlanjur. dewa-dewi sering bersuka cita dan bersuka ria walaupun ada kalanya pula mereka berbela sungkawa. penjelasan ini tidak bersifat agamis melainkan secara automatis dikemukakan juga oleh kaum cendikiawan dan ilmuan. Menurut himbauan mereka, kompleksifitas, bukan marjinalisasi, dari cerita-cerita kuno ini diperlukan agar dapat mengakomodir sejarah dunia ini. Hal ini bukan karena seorang menghayal atau menghapal cerita karangan ayanda atau mabok saki, melainkan dengan bahu membahu dan tanpa berbelit belit diperoleh dengan sering bercakap cakap dengan ruh langsung melalui saadat.
